<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ibu Pertiwi &#187; admin108</title>
	<atom:link href="http://www.ibupertiwi.net/id/author/admin108/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ibupertiwi.net/id</link>
	<description>Bhakti Bagi Ibu Pertiwi</description>
	<lastBuildDate>Sun, 24 May 2015 06:35:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=4.2.38</generator>
	<item>
		<title>SKH Kedaulatan Rakyat Halaman Pertama (edisi 2 September 2013)</title>
		<link>http://www.ibupertiwi.net/id/skh-kedaulatan-rakyat-halaman-pertama-edisi-2-september-2013/</link>
		<comments>http://www.ibupertiwi.net/id/skh-kedaulatan-rakyat-halaman-pertama-edisi-2-september-2013/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Sep 2013 09:51:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin108]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[hidup dalam kebersamaan]]></category>
		<category><![CDATA[kedaulatan rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[pawai budaya]]></category>
		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ibupertiwi.net/id/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Pawai Yogya untuk Perdamaian KEKERASAN, BUKAN PENYELESAI PERBEDAAN Setidaknya 1500 perserta dari berbagai elemen baik pelajar, mahaasiswa, ormas, parpol dan lain-lain yang ada di DIY dan sekitarnya meramaikan Pawai Hidup Dalam Kebersamaan memeriahkan Perayaan Hari Bhakti Bagi Ibu Pertiwi yang ke-9. Acara yang digawangi Yayasan Anand Ashram yang berafiliasi PBB didukung One Earth Integral [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-39" alt="Kedaulatan Rakyat" src="http://www.ibupertiwi.net/id/wp-content/uploads/2013/09/Kedaulatan-Rakyat.jpg" width="712" height="720" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pawai Yogya untuk Perdamaian</p>
<p>KEKERASAN, BUKAN PENYELESAI PERBEDAAN</p>
<p>Setidaknya 1500 perserta dari berbagai elemen baik pelajar, mahaasiswa, ormas, parpol dan lain-lain yang ada di DIY dan sekitarnya meramaikan Pawai Hidup Dalam Kebersamaan memeriahkan Perayaan Hari Bhakti Bagi Ibu Pertiwi yang ke-9. Acara yang digawangi Yayasan Anand Ashram yang berafiliasi PBB didukung One Earth Integral Education Fondation bertema Kasih Bunda Pertiwi Tak Kenal Henti tersebut, memperbaharui komitmen bersama bagi terwujudnya One Earth One Sky One Humankind tanpa lagi mempersoalkan latar belakang suku, agama, dan tradisi budaya yang berbeda-beda.</p>
<p>Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas Dinas Pariwisata DIY, Dra. Kuskasriati yang mewakili Gubernur DIY membuka kegiatan ini menyampaikan upaya ini tidak hanya merupakan ajang silaturahmi, namun lebih menekankan pada pendidikan karakter dan mengukuhkan komitmen masyarakat dalam kebersamaan. Terlebih, pasca insiden Lapas Cebongan beberapa waktu lalu yang sempat mengganggu ketentraman dan keamanan DIY, pawai budaya ini dianggap salah satu upaya mewujudkan kerukunan kembali, baik suku, agama, ras maupun kebudayaan yang hidup berdampingan dan damai di bumi Mataram ini.</p>
<p>“Momennya pas banget setelah peristiwa LP Cebongan, aksi preman kekerasan, hingga terorisme yang sempat mewarnai DIY akhir-akhir ini diwujudkan dalam suatu pawai budaya. Yang ditonjolkan justru bukan hanya kebersamaan semata, namun lebih menekankan pentingnya pendidikan berkarakter bangsa bagi masyarakat maupun generasi muda,” tutur Kuskasriati di Alun-Alun Utara, Minggu (1/9).</p>
<p>Perayaan Hari Bhakti 2013 ini dipusatkan di Yogyakarta yang berisikan semangat bersyukur dan berterima kasih kepada Ibu Pertiwi. Pawai yang diikuti 1.500 peserta dari berbagai latar belakang baik dari DIY, Solo, Magelang, dan Semarang tersebut diadakan dengan mengambil rute mulai Alun-Alun Utara Jalan Panembahan Senopati-Jalan Sultan Agung-Pakualaman.</p>
<p>“Pawai Budaya ini dimaksudkan sebagai pengingat kita semua yang bersama-sama hidup di atas satu dunia, satu langit, dan satu umat manusia. Tanpa mempermasalahkan latar belakang kita masing-masing,” ujar Ketua Anand Ashram Foundation, dr. Sayoga.</p>
<p>Sayoga mengungkapkan kekerasan seakan menjadi pilihan populer untuk menyelesaikan perbedaan, sehingga nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat sebagai salah satu modal mulai luntur keberadaannya. Karena itulah kedamaian hati penting untuk diciptakan bagi terwujudnya persaudaraan dalam kasih menuju terwujudnya keselarasan global. Pawai budaya ini sebagai alat untuk mengingatkan diri akan nilai-nilai universal budaya.</p>
<p>“Pawai ini menjadi unik sebab masing-masing kontingen dengan ciri khas masing-masing mengangkat dan menyampaikan nilai universal ‘Peace, Love, and Harmony’ sesuai dengan permaknaan dan apa yang telah diterapkan dalam keseharian mereka,” imbuh Ketua Panitia, dr. H. Djoko Parmono, MM.</p>
<p>Dalam kesempatan ini juga akan digelar Program Pemberdayaan Pemuda bertema Workshop Youth Challenges &amp; Empowerment – Meningkatkan Kualitas Hidup Pemuda untuk Kebersaman yang Harmoni.</p>
<p>Workshop ini akan dilaksanakan guna mendukung makin mengakarnya nilai-nilai kebersamaan di antara para pemuda, khususnya, sehingga diharapkan semangat dari pawai ini tidak akan berhenti pada tataran makro saja, namun termanifestasi dalam kegiatan mikro.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ibupertiwi.net/id/skh-kedaulatan-rakyat-halaman-pertama-edisi-2-september-2013/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jawa Pos Radar Jogja (edisi 2 September 2013)</title>
		<link>http://www.ibupertiwi.net/id/jawa-pos-radar-jogja-edisi-2-september-2013/</link>
		<comments>http://www.ibupertiwi.net/id/jawa-pos-radar-jogja-edisi-2-september-2013/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Sep 2013 09:30:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin108]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Pos]]></category>
		<category><![CDATA[pawai budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Radar Jogja]]></category>
		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ibupertiwi.net/id/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Pawai Budaya, Gunakan Pakaian Bekas JOGJA – Pawai lintas budaya dalam rangka Hari Bhakti bagi Ibu Pertiwi digelar Yayasan Anand Ashram kemarin (1/9). Acara tersebut mengambil rute start di alun-alun utara dan berakhir di alun-alun Sewandanan Kadipaten Pakualaman. Pawai itu bertajuk “Kasih Bunda Pertiwi Tak Kenal Henti” menampilkan puluhan kontingen dari seluruh Indonesia. Ketua [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-43" alt="berita radar jogja" src="http://www.ibupertiwi.net/id/wp-content/uploads/2013/09/berita-radar-jogja.jpg" width="720" height="711" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pawai Budaya, Gunakan Pakaian Bekas</p>
<p>JOGJA – Pawai lintas budaya dalam rangka Hari Bhakti bagi Ibu Pertiwi digelar Yayasan Anand Ashram kemarin (1/9). Acara tersebut mengambil rute start di alun-alun utara dan berakhir di alun-alun Sewandanan Kadipaten Pakualaman.</p>
<p>Pawai itu bertajuk “Kasih Bunda Pertiwi Tak Kenal Henti” menampilkan puluhan kontingen dari seluruh Indonesia. Ketua Yayasan Anand Ashram dr. Sayoga mengungkapkan, ingin mengajak seluruh warga Indonesia menghargai perbedaan demi persatuan dan kesatuan bangsa.</p>
<p>“Tidak bisa dipungkiri Indonesia itu negara yang kaya akan perbedaan, namun bisa menjadi kombinasi yang indah. Meski kampanye perbedaan ini sudah berulang-ulang digulirkan bukan berarti sudah kadaluarsa. Justru wajib didengungkan terus,” kata Sayoga.</p>
<p>Peserta pawai itu berasal dari berbagai unsur. Mewakili budaya lokal sejumlah mahasiswa mengenakan berbagai macam baju adat daerah. Mereka juga mengkampanyekan cinta lingkungan. Itu tercermin dari arak-arakan gunungan hasil bumi dan peserta pawai yang mengenakan pakaian bekas.<br />
“Sangat kental sekali suasana damai, cinta dan harmoni. Peserta pawai tidak hanya mengajak bersatu dengan manusia, namun juga dengan alam,” ajak Sayoga.</p>
<p>Pawai juga dimeriahkan pembentangan kain putihsepanjang 18 meter di Alun-Alun Sewandanan Kadipaten Pakualaman. Kain tersebut menjadi wahana bagi peserta dan pengunjung pawai menuliskan harapan mereka bagi Indonesia ke depan.</p>
<p>Yayasan Anand Ashram bekerjasama dengan One Earth Integral Education Foundation juga akan menyelenggarakan Program Pemberdayaan Pemuda. Temanya Youth Challenges and Empowerment. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup pemuda. Rencananya dalam waktu dekat program itu segera direalisasikan.</p>
<p>“Harapannya pawai budaya tidak terhenti pada tataran makro saja, tapi juga termanifestasikan dalam kegiatan mikro,” ungkap Sayoga. (dwi/kus/gp)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ibupertiwi.net/id/jawa-pos-radar-jogja-edisi-2-september-2013/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Koran Sindo Halaman Pertama (edisi 2 September 2013)</title>
		<link>http://www.ibupertiwi.net/id/koran-sindo-halaman-pertama-edisi-2-september-2013/</link>
		<comments>http://www.ibupertiwi.net/id/koran-sindo-halaman-pertama-edisi-2-september-2013/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Sep 2013 09:25:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin108]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[1 september 2013]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Bhakti]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Pertiwi]]></category>
		<category><![CDATA[koran sindo]]></category>
		<category><![CDATA[pawai budaya]]></category>
		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ibupertiwi.net/id/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[&#160; &#160; Hari Bhakti Ibu Pertiwi Menggugah Rasa Kebersamaan Masyarakat YOGYAKARTA – Peringatan Hari Bhakti Bagi Ibu Pertiwi ke-9 di Yogyakarta kemarin dimeriahkan oleh Pawai Hidup Dalam Kebersamaan. Pawai yang diikuti ribuan peserta ini dimulai dari Alun-alun Utara Yogyakarta dan berlangsung meriah. Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas Dinas Pariwisata DIY, Kuskasriati mengatakan, peringatan hari bhakti digelar [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.ibupertiwi.net/id/wp-content/uploads/2013/09/koran-sindo-ver21.jpg"><img class="alignnone size-large wp-image-49" alt="" src="http://www.ibupertiwi.net/id/wp-content/uploads/2013/09/koran-sindo-ver21-827x1024.jpg" width="827" height="1024" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://www.ibupertiwi.net/id/wp-content/uploads/2013/09/koran-sindo-ver22.jpg"><img class="alignnone  wp-image-52" alt="" src="http://www.ibupertiwi.net/id/wp-content/uploads/2013/09/koran-sindo-ver22-1024x257.jpg" width="830" height="208" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Hari Bhakti Ibu Pertiwi</p>
<h2 style="text-align: justify;">Menggugah Rasa Kebersamaan Masyarakat</h2>
<p style="text-align: justify;"><strong>YOGYAKARTA</strong> – Peringatan Hari Bhakti Bagi Ibu Pertiwi ke-9 di Yogyakarta kemarin dimeriahkan oleh Pawai Hidup Dalam Kebersamaan. Pawai yang diikuti ribuan peserta ini dimulai dari Alun-alun Utara Yogyakarta dan berlangsung meriah.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas Dinas Pariwisata DIY, Kuskasriati mengatakan, peringatan hari bhakti digelar sebagai media edukasi menguatkan pembangunan dan pendidikan karakter. “Dari peringatan ini mengukuhkan kembali komitmen masyarakat untuk hidup dalam kebersamaan, “kata Kuskasriati.</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan kali ini digawangi Yayasan Anand Ashram yang berafiliasi dengan Persatuan bangsa Bangsa atau PBB dan didukung oleh One Earth Integral Education Foundation. Tema tahun ini adalah Kasih Bunda Pertiwi Tak Kenal Henti.</p>
<p style="text-align: justify;">“Tujuan penyelenggaraan untuk memperbaharui komitmen bersama bagi terwujudnya One Earth One Sky One Humankind tanpa lagi mempersoalkan latar belakang suku, agama dan tradisi budaya yang berbeda-beda,”tambahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketua Anand Ashram Foundation, Sayoga mengatakan, saat ini kekerasan menjadi pilihan paling populer bagi masyarakat untuk menyelesaikan perbedaan. Ini telah melunturkan kebersamaan yang terbangun di masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kebersamaan sebagai salah satu modal kita mulai luntur keberadaannya. Karena itulah kedamaian hati penting untuk diciptakan bagi terwujudnya persaudaraan dalam kasih menuju terwujudnya keselarasan global,”tandasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pawai yang digelar menjadi alat untuk kembali mengingatkan diri dan masyarakat akan arti kebersamaan. Setiap kelompok diberikan kebebasan mengekspresikan identitas masing-masing untuk memperlihatkan kebersamaannya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Pawai ini menjadi unik sebab masing-masing kontingen dengan ciri khas masing-masing mengangkat dan menyampaikan nilai universal Peace, Love and Harmony sesuai dengan makna dan apa yang telah diterapkan dalam keseharian mereka,”pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ibupertiwi.net/id/koran-sindo-halaman-pertama-edisi-2-september-2013/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memperingati Hari Bhakti Bagi Ibu Pertiwi 2010 “Hidup Bersama Tanpa Kekerasan”</title>
		<link>http://www.ibupertiwi.net/id/memperingati-hari-bhakti-bagi-ibu-pertiwi-2010-hidup-bersama-tanpa-kekerasan/</link>
		<comments>http://www.ibupertiwi.net/id/memperingati-hari-bhakti-bagi-ibu-pertiwi-2010-hidup-bersama-tanpa-kekerasan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Sep 2010 12:03:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin108]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[2010]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Bhakti]]></category>
		<category><![CDATA[Hidup Bersama Tanpa Kekerasan]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Pertiwi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ibupertiwi.net/id/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Bende Mataram-Sembah Sujud Bagi Ibu Pertiwi! Salam Indonesia! Dalam rangka memperingati hari Bhakti Bagi Ibu Pertiwi 1 september Yayasan Anand Ashram bersama National Integration Movement (NIM) mengadakan diskusi publik yang bertemakan Hidup Bersama Tanpa Kekerasan. Para pembiacaranya pun tidak kalah luar biasa dengan menghadirkan beberapa tokoh yaitu, KH. Nuril Arifin (Gus Nuril), DR.Putu Suasta (Aktivis [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Bende Mataram-Sembah Sujud Bagi Ibu Pertiwi!</p>
<p>Salam Indonesia!</p>
<p>Dalam rangka memperingati hari Bhakti Bagi Ibu Pertiwi 1 september Yayasan Anand Ashram bersama National Integration Movement (NIM) mengadakan diskusi publik yang bertemakan Hidup Bersama Tanpa Kekerasan. Para pembiacaranya pun tidak kalah luar biasa dengan menghadirkan beberapa tokoh yaitu, KH. Nuril Arifin (Gus Nuril), DR.Putu Suasta (Aktivis dan Pengusaha), Brahmacharya, Indra Udayana dan Prof.DR. Musdah Mulia. Diskusi seperti biasa diawali dengan lagu-lagu khas tim musik Anand Ashram yang membangkitkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air.</p>
<p><img class="size-full wp-image-16 aligncenter" alt="simposium" src="http://www.ibupertiwi.net/id/wp-content/uploads/2013/09/simposium.jpg" width="300" height="225" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://www.ibupertiwi.net/id/wp-content/uploads/2013/09/simposium2.jpg"><img class="size-medium wp-image-17 aligncenter" alt="simposium2" src="http://www.ibupertiwi.net/id/wp-content/uploads/2013/09/simposium2.jpg" width="300" height="225" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Diskusi yang mengundang berbagai elemen masyarakat yang ada di Bali mulai dari pelajar, mahasiswa, organisasi pemuda, pengajar dan dosen, lembaga pemerintahan, perkumpulan spiritual, tokoh masyarakat, agamawan dan banyak lagi. Tema Hidup Bersama Tanpa Kekerasan ini diambil karena melihat kondisi negeri ini dengan berbagai persoalan serius yang dihadapi oleh bangsa ini di antaranya adalah:</p>
<p>· Ancaman disintegrasi bangsa dan konflik horisontal antar etnis serta antar agama<br />
· Ketertinggalan dan ketidakmandirian masyarakat dalam bidang ekonomi<br />
· Adanya upaya-upaya oleh kelompok-kelompok tertentu untuk mengganti Pancasila sebagai Dasar Negara dengan ideologi lainnya yang tidak sesuai dengan karakter bangsa.<br />
· Ketertinggalan dalam percaturan internasional dan masih adanya ancaman terhadap kedaulatan negara.</p>
<p>Diskusi dimulai oleh Prof. DR. Musdah Mulia tokoh perempuan yang sangat pemberani, cerdas, dan tegas. Beliau juga seorang aktivis perempuan. Ibu Musdah memulai diskusi dengan melihat akar dari kekerasan yang terjadi berawal dari rumah tangga, media, kebijakan publik serta pendidikan agama disekolah juga mengakibatkan kekerasan terjadi. Beliau sudah mengalami sendiri bagaimana seorang anak yang sudah memiliki benih kebencian terhadap pemeluk agama lain karena pelajaran agama disekolah. Beliau juga menyayangkan keputusan pemerintah dipengaruhi oleh salah satu organisasi agama saja, misalnya MUI. Padahal posisi mereka sama dengan organisasi keagamaan yang lain.</p>
<p>Br. Indra Udayana memaparkan sekilas tentang apa yang beliau sudah lakukan bersama Ashram Gandhi Puri yang sudah menindaklanjuti pendidikan cinta damai melalui kreativitas anak-anak muda dan juga mengadakan pesraman untuk anak-anak muda. Seni adalah salah satu cara yang ditempuh oleh Br. Indra Udayana untuk menanamkan nilai-nilai cinta.</p>
<p>Dari sudut pengusaha Bapak Putu Suasta lebih menekankan pada mismanagemen pada beberapa bidang misalnya pemerintahan, modal, ekonomi dan masih banyak lagi yang menjadi sebab kekerasan terjadi. Masuknya berbagai pemodal asing yang menguasai bidang-bidang penting di negeri ini juga mengakibatkan kita tidak mandiri sehingga kita di”stir” oleh pihak asing. Misalnya saja BUMN-BUMN yang strategis sebagian besar modalnya dikuasai oleh pemodal asing.</p>
<p>Suasana tiba-tiba berubah menjadi tawa dan cair saat KH. Nuril Arifin alias Gus Nuril mendapat kesempatan untuk berbicara. Beliau sangat lugas, tegas dan blak-blakan, namun dengan bumbu guyon menyampaikan kondisi negeri ini. Keadaan yang paling sederhana yang beliau contohkan adalah saat bulan puasa tiba, memaksakan agar setiap orang untuk menghormati mereka yang puasa. Beliau juga menyoroti ormas-ormas dan partai yang mengatas namakan agama untuk melakukan kekerasan. Misalnya saja FPI, FBR, PKS, dll.</p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-18 aligncenter" alt="simposium3" src="http://www.ibupertiwi.net/id/wp-content/uploads/2013/09/simposium3-300x225.jpg" width="300" height="225" /></p>
<p>Gus Nuril juga membeberkan keadaan bangsa ini yang perlahan-lahan tapi pasti dibuat tidak memiliki identitas dan landasan yang jelas. Penghianatan terhadap UUD 1945 dan pancasila. Indonesia menjadi negara yang seolah-olah ada, namun sebenarnya tidak ada. Keneranian dan kepekaan beliau membuat peserta berdecak kaget dan kagum dengan apa yang disampaikan Gus Nuril.<br />
Respon yang muncul dari peserta diskusi pun sangat luar biasa. Berbagai elemen masyarakat yang hadir mulai dari mahasiswa sampai dengan tokoh agama yang ikut urun rembuk dan pemikiran merek tentang kondisi bangsa ini. Mereka sangat menyambut baik diskusi ini.</p>
<p>Gus Nurul dan Putu suasta menghimbau agar lebih sering kita berdilaog seperti ini agar terjalin komunikasi antara semua elemen masyarakat dan pemerintah untuk membangun bangsa ini mereka menganjurkan mengadakan diskusi pasar. Beberapa mahasiswa yang samangat dan antusias dengan kehadiran para pembicara pemberani yang mereka idam-idamkan karena para pemuda ini membutuhkan tokoh-tokoh seperti mereka ini yang menjadi panutan mereka.</p>
<p>Antusiasme para peserta dan pembicara secara tidak langsung membawa kita pada tujuan diadakannya diskusi publik ini adalah untuk mendorong terwujudnya pengembangan kesadaran publik akan nilai-nilai kebangsaan dan semangat berbhakti kepada Ibu Pertiwi: Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sehingga Tumbuh kesadaran dan tanggung jawab masyarakat dalam berbhakti kepada Ibu Pertiwi demi kejayaan Indonesia. terbentuknya karacter generasi penerus bangsa yang cinta tanah air dan Diteguhkannya kesatuan dan persatuan bangsa di Indonesia, sebagai syarat utama pembangunan di segala bidang berdasarkan nilai-nilai utama dalam Pancasila, UUD 45, dan Bhinneka Tunggal Ika.</p>
<p>Indonesia Jaya!!</p>
<p><strong> </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ibupertiwi.net/id/memperingati-hari-bhakti-bagi-ibu-pertiwi-2010-hidup-bersama-tanpa-kekerasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Dradio 103,4fm Jakarta] Hari Bhakti Bagimu Ibu Pertiwi</title>
		<link>http://www.ibupertiwi.net/id/dradio-1034fm-jakarta-hari-bhakti-bagimu-ibu-pertiwi/</link>
		<comments>http://www.ibupertiwi.net/id/dradio-1034fm-jakarta-hari-bhakti-bagimu-ibu-pertiwi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2009 09:43:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin108]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ibupertiwi.net/id/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Anand Krishna di Earth One semalam mengadakan peringatan Hari Bhakti Bagi Ibu Pertiwi, tak kurang Slamet Raharjo menitikkan air mata pada event ini. Andai saja kegiatan yg membangkitkan cinta dan kepedulian serta kesadaran akan cinta bangsa cinta negri, dilaksanakan dimana mana dengan frekwensi lebih banyak, tentu akan banyak tetes air mata haru Slamet slamet yang [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Anand Krishna di Earth One semalam mengadakan peringatan Hari Bhakti Bagi Ibu Pertiwi, tak kurang Slamet Raharjo menitikkan air mata pada event ini. Andai saja kegiatan yg membangkitkan cinta dan kepedulian serta kesadaran akan cinta bangsa cinta negri, dilaksanakan dimana mana dengan frekwensi lebih banyak, tentu akan banyak tetes air mata haru Slamet slamet yang lain di bumi Pertiwi ini.</p>
<p>Yang perlu dilakukan adalah Menjalin hubungan emosional dengan tanah air. Sehingga memunculkan :</p>
<p>Bangga pada Indonesia dan pada Sejarah Indonesia Hentikan impor makanan,dan impor budaya impor glamour dari luar Manusia Indonesia telah kehilangan jati diri dan keindonesiaannya. Kehilangan kepedulian tempat ia dilahirkan. Penawarnya adalah dengan kembali mencintai budaya sendiri, sehingga punya kesediaan melindungi Ibu Pertiwi dari berbagai serangan dari luar, baik itu serangan budaya atau serangan ekonomi.</p>
<p>Mari kita tumbuhkan kesadaran akan Indonesia yang satu Indonesia yangdamai dan Indonesia yang tenteram, tak gterusik oleh tindakan terror dan mementingkan diri sendiri !</p>
<p>Source:  www.dradio1034fm.or.id/detail.php?id=5073</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ibupertiwi.net/id/dradio-1034fm-jakarta-hari-bhakti-bagimu-ibu-pertiwi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[ Antara ] Nim: Cinta Ibu Pertiwi Penawar Radikalisme</title>
		<link>http://www.ibupertiwi.net/id/antara-nim-cinta-ibu-pertiwi-penawar-radikalisme/</link>
		<comments>http://www.ibupertiwi.net/id/antara-nim-cinta-ibu-pertiwi-penawar-radikalisme/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 09:40:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin108]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ibupertiwi.net/id/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[Bogor, 1/9 (ANTARA) – Semangat cinta Ibu Pertiwi bisa menjadi “penawar” bagi tumbuhnya radikalisme dan terorisme di Indonesia, kata Direktur Eksekutif National Integration Movement (NIM), Wayan Sayoga. Sekarang ini, Indonesia telah menjadi sasaran empuk radikalisme dan lahan subur tumbuhnya paham terorisme, kata Sayoga di Bogor, Selasa. Kondisi tersebut perlu dipahami dan disikapi secara tepat, agar [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Bogor, 1/9 (ANTARA) – Semangat cinta Ibu Pertiwi bisa menjadi “penawar” bagi tumbuhnya radikalisme dan terorisme di Indonesia, kata Direktur Eksekutif National Integration Movement (NIM), Wayan Sayoga.</p>
<p>Sekarang ini, Indonesia telah menjadi sasaran empuk radikalisme dan lahan subur tumbuhnya paham terorisme, kata Sayoga di Bogor, Selasa.</p>
<p>Kondisi tersebut perlu dipahami dan disikapi secara tepat, agar pengaruh dari paham-paham menyimpang tersebut tidak mendapatkan tempat ditengah masyarakat, katanya.</p>
<p>“Meski sakit, kita harus akui saat ini Indonesia menjadi sasaran empuk gerakan radikalisme dan terorisme. Hal tersebut kita perbaiki dan carikan penawarnya yaitu dengan menanamkan kembali cinta pada Ibu Pertiwi,” katanya.</p>
<p>Sebagai lembaga non-politik dan non-profit, NIM merasa terpanggil untuk memberikan kontribusi dalam mengatasi berbagai beban yang dihadapi negara dalam menanggulangi radikalisme dan terorisme, melalui penanaman kembali semangat cinta Ibu Pertiwi.</p>
<p>Karena itu, NIM mengagas Peringatan Hari Bhakti Bagimu Ibu Pertiwi, yang dipusatkan di Padepokan One Earth, Bukit Pelangi Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Selasa.</p>
<p>Kegiatan tersebut dimulai dengan buka puasa bersama serta diisi dengan refleksi Cinta Ibu Pertiwi.</p>
<p>Pelaksanaan peringatan Hari Bagimu Ibu Pertiwi, kata Sayoga, telah dilakukan NIM secara rutin sejak 2005 lalu. Saat itu NIM menggagas kegiatan simposium bertemakan “Bagimu Ibu Pertiwi” di gedung Lemhanas Jakarta, yang dibuka oleh Menhan Juwono Sudarsono serta Gubernur Lemhanas Muladi.</p>
<p>“Kegiatan memperingati Bagimu Ibu Pertiwi kami gagas setiap tahun. Harapannya, hal tersebut dapat membangkitkan rasa mencintai dan berbakti bagi negara yang disimbolkan dengan Ibu Pertiwi,” terang Sayoga.</p>
<p>Dia berharap, kegiatan yang digagas NIM tahun ini menimbulkan dampak positif bagi penguatan kembali cinta Tanah Air. “Kami akan terus berupaya mengampanyekan pentingnya Cinta Ibu Pertiwi sebagai racun penawar terorisme di Indonesia,” katanya. (T.PSO-053/B/S022/S022) 01-09-2009 20:</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ibupertiwi.net/id/antara-nim-cinta-ibu-pertiwi-penawar-radikalisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Detik.com 1 September 2007 – Disintregasi Masih Ancam Indonesia</title>
		<link>http://www.ibupertiwi.net/id/detik-com-1-september-2007-disintregasi-masih-ancam-indonesia/</link>
		<comments>http://www.ibupertiwi.net/id/detik-com-1-september-2007-disintregasi-masih-ancam-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Sep 2007 09:35:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin108]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ibupertiwi.net/id/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta – Disintegrasi masih menjadi ancaman yang serius di Indonesia. Masih banyak orang yang membicarakan hal-hal yang tidak selaras dengan pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. “Kita ada penelitian di Amerika, bahwa selama 10 tahun mendatang ada kemungkinan kita bisa menjadi 5 negara,” ujar spiritualis lintas agama terkemuka, Anand Krishna. Hal itu disampaikan dia usai mengikuti [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta – Disintegrasi masih menjadi ancaman yang serius di Indonesia. Masih banyak orang yang membicarakan hal-hal yang tidak selaras dengan pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.</p>
<p>“Kita ada penelitian di Amerika, bahwa selama 10 tahun mendatang ada kemungkinan kita bisa menjadi 5 negara,” ujar spiritualis lintas agama terkemuka, Anand Krishna.</p>
<p>Hal itu disampaikan dia usai mengikuti peringatan Hari Bhakti Ibu Pertiwi yang diadakan oleh National Integration Movement (NIM) di Lapangan Ikada, Monas,Jakarta, Sabtu (1/9/2007).</p>
<p>Jika Indonesia sampai terpecah, lanjut pria kelahiran Solo, Jawa Tengah, itu pihak asinglah yang akan mengambil keuntungan. Seluruh kekayaan alam yang di miliki negeri ini akan hilang.</p>
<p>“Orang asing itu menunggu kapan kita terpecah belah dan kapan kita bisa dieksploitasi,” imbuhnya.</p>
<p>Menurutnya, bahaya disintegrasi,dengan demikian sangatlah besar. Karena itu, semua pihak harus mewaspadai dan mengantisipasinya.</p>
<p>“Kalau kita masih menganggap tidak ada bahaya itu, saya kira lelucon. Kita harus menjaga keutuhan bangsa, kalau tidak Indonesia hanya akan tinggal nama saja,” ujar pria keturunan India itu. (irw/bal)</p>
<p>Sumber:  http://www.detiknews.com</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ibupertiwi.net/id/detik-com-1-september-2007-disintregasi-masih-ancam-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hari Bhakti bagi Ibu Pertiwi 1 September 2007(video)</title>
		<link>http://www.ibupertiwi.net/id/86/</link>
		<comments>http://www.ibupertiwi.net/id/86/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Sep 2007 09:31:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin108]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ibupertiwi.net/id/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[Hari Bhakti bagi Ibu Pertiwi 1 September 2007 Hari Bhakti bagi Ibu Pertiwi yang telah dicanangkan oleh Menhan pada tanggal 1 September 2005 mendapat dukungan dari rakyat Indonesia. Mereka yang turut mendukung seperti Nina Tamam (Penyanyi), Indra Herlambang (Presenter), Olga Lidya (Artis), Dorce Gamalama (Artis), Najwa Shihab (Penyiar TV), Indra Bhekti (Presentar), Indi Barenz (Presenter), [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><iframe src="//www.youtube.com/embed/NphTuOXRCJU" height="315" width="420" allowfullscreen="" frameborder="0"></iframe><br />
<strong>Hari Bhakti bagi Ibu Pertiwi 1 September 2007</strong></p>
<p>Hari Bhakti bagi Ibu Pertiwi yang telah dicanangkan oleh Menhan pada tanggal 1 September 2005 mendapat dukungan dari rakyat Indonesia. Mereka yang turut mendukung seperti Nina Tamam (Penyanyi), Indra Herlambang (Presenter), Olga Lidya (Artis), Dorce Gamalama (Artis), Najwa Shihab (Penyiar TV), Indra Bhekti (Presentar), Indi Barenz (Presenter), Ivan Gunawan (Artis), Pemenang Olimpiade Fisika dan pemuda pemudi Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ibupertiwi.net/id/86/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hari Bhakti Bagi Ibu Pertiwi</title>
		<link>http://www.ibupertiwi.net/id/hari-bhakti-bagi-ibu-pertiwi/</link>
		<comments>http://www.ibupertiwi.net/id/hari-bhakti-bagi-ibu-pertiwi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Sep 2006 09:25:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin108]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ibupertiwi.net/id/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[Persis satu tahun yang lalu, saya mendapatkan sebuah kehormatan untuk menyaksikan para putra-putri Indonesia yang masih perduli akan nasib Ibu Pertiwi, bergotong-royong dalam memproklamirkan lahirnya hari Bhakti Bagi Ibu Pertiwi, 1 September, 2005. Dalam keadaan bangsa dan negara yang boleh dibilang sangat tidak menunjang, kemiskinan meraja rela, pendidikan buruk, pengganguran meningkat, biaya ekonomi tinggi, sangatlah tidak mungkin [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Persis satu tahun yang lalu, saya mendapatkan sebuah kehormatan untuk menyaksikan para putra-putri Indonesia yang masih perduli akan nasib Ibu Pertiwi, bergotong-royong dalam memproklamirkan lahirnya hari Bhakti Bagi Ibu Pertiwi, 1 September, 2005.</p>
<p>Dalam keadaan bangsa dan negara yang boleh dibilang sangat tidak menunjang, kemiskinan meraja rela, pendidikan buruk, pengganguran meningkat, biaya ekonomi tinggi, sangatlah tidak mungkin bagi seorang putra/putri Ibu Pertiwi, untuk berani mengambil langkah maju sendiri, mendobrak segala dogma, tradisi dan pandangan-pandangan usang yang mengutamakan kepentingan pribadi/keluarga/kelompok diatas kepentingan Bangsa secara keseluruhan.</p>
<p>tetapi yang terjadi justru sebaliknya, ratusan orang datang berkumpul menjadi saksi lahirnya hari Bhakti Bagi Ibu Pertiwi, puluhan putra-putri Ibu pertiwi yang tergabung dalam <a href="http://bendemataram.blogsome.com/go.php?u=http%3A%2F%2Fwww.nationalintegrationmovement.org%2F&amp;i=0&amp;c=1829154bdb77bd11166841d83b71bf5d5c20be64" target="_blank"><em><b>National Integration Movement</b></em></a>, bergerak sebagai motor yang membangkitkan kembali rasa Cinta dan Bhakti Bagi Ibu Pertiwi bagi segenap masyarakat yang hadir pada saat itu.</p>
<p>Hari itu, <strong><i>Mereka telah menoreh sebuah sejarah baru</i></strong>, mereka telah mengambil langkah kedepan, <strong><i>mereka tidak lagi mengikuti sejarah kelam Bangsa Indonesia</i></strong>, sebaliknya mereka mengambil inisiatif untuk <strong><i>menulis sejarah baru Bangsa Indonesia</i></strong>. Ya, hari itu, <strong><i>Ibu Pertiwi menangis haru, menyambut kembali putra-putrinya yang telah lama melupakannya</i></strong>. pada hari itu, Sang Ibu bertemu kembali dengan Putra-Putrinya.</p>
<p>Hari ini genap satu tahun sudah berlalu, semangat persatuan dan kesatuan yang dikumandangkan semakin menggema diseluruh tanah air, terlepas dari segala tragedi dan bencana yang menimpa Ibu Pertiwi, para ksatria yang tergabung dalam <a href="http://bendemataram.blogsome.com/go.php?u=http%3A%2F%2Fwww.nationalintegrationmovement.org%2F&amp;i=0&amp;c=1829154bdb77bd11166841d83b71bf5d5c20be64" target="_blank"><strong><i>National Integration movement</i></strong></a> bergerak menyelenggarakan berbagai simposium nasional di beberapa kota di daerah dan berbagai aktivitas yang bertemakan kebangsaan.</p>
<p>Keringat bercucuran, waktu dan tenaga terkuras, urusan pribadi kadang terbengkalai, tetapi rasa cinta dan bhakti terhadap Ibu Pertiwi mengalahkan segala macam rintangan dan tantangan yang ada. Mari kita berikan <strong><i>applause</i></strong> untuk mereka semua, mari kita <strong><i>mengheningkan cipta sesaat, untuk menghayati Hari Bhakti Bagi Ibu Pertiwi</i></strong>. Mari kita kibarkan Bendera Merah Putih dalam hati kita masing-masing, <strong><i>marilah kita berjalan bersama-sama menuju Indonesia Jaya, demi kelangsungan hidup anak cucu kita kelak</i></strong>.</p>
<p>Indonesia Jaya!</p>
<p>Indonesia Jaya!</p>
<p>Indonesia Jaya!</p>
<p>sumber: http://bendemataram.blogsome.com/2006/09/01/hari-bhakti-bagi-ibu-pertiwi/</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ibupertiwi.net/id/hari-bhakti-bagi-ibu-pertiwi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
